Wouw…Gurih Wangi Soto Udang Enak Tenan!

Jakarta – Meskipun diracik oleh wong Jowo, soto ini tetap menganut aliran Sumatera. Daging udang galahnya gurih-gurih kenyal, direndam kuah kuning yang wangi semerbak. Taburan seledri bikin soto ini sedap. Makin mantap dihirup hangat-hangat ditemani sepiring nasi. Pancen enak tenan!

Setelah memeriksa daftar makanan enak yang dicicip saat ada di Medan, saya masih penasaran dengan Soto Udang Kesawan. Hari Minggu saat saya mampir, rumah makan yang ada di daerah Kesawan tutup. ‘Yang buka di cabang yang lain’, demikian info dari tukang parkir.

Sebenarnya soto udang ini sudah pernah saya cicip di sebuah perhelatan kuliner di Jakarta. Yang bikin nagih adalah kaldunya yang gurih enak. Meskipun sehari sebelumnya sudah mencicipi soto udang Pak Haji di Jl. Yose Rizal, tetap saja soto Kesawan ini saya singgahi.

Soto udang ini sudah kondang, maklum saja pak Yatiman sang pemilik sudah membuka usaha lebih dari 40 tahun. Nama Enak Tenan yang dipakai sebagai nama rumah makan ini ternyata sebagai tanda kalau sang pemilik adalah pujasema alias putra Jawa kelahiran Sumatera.

Rumah makan yang berbentuk bangunan ruko terasa sangat sempit. Di bagian depan ada lemari kaca tempat meracik soto dan di sisinya ada penjual roti cane dan martabak India. Menjelang makan siang hampir tak ada bangku tersisa. Makan pun harus sedikit berdesakan.

Beberapa menit, soto udang campur dagingpun disajikan panas mengepul. Kuahnya kuning sedikit kecokelatan dengan taburan irisan daun seledri. Udang galah ukuran sedang menyembul dalam genangan kuah yang beraroma gurih menusuk hiduang.

Ada aroma lamat-lamat bumbu kari yang lembut, kunyit dan bawang yang wangi. Slruup…hirupan pertama langsung terasa gurih udang yang kuat di dalam kaldu. Inilah yang bikin kuah soto ini mantap enaknya. Perkiraan saya kepala udang direbus menjadi kaldu soto ini. Ada sedikit jejak pedas wangi dari bumbunya.Tak ada aroma anyir karena udangnya segar.

Udang galahnya agaknya digoreng sehingga garing kenyal dan enak. Karena tanpa kulit jadi mudah dipotong dan dikunyah. Irisan daging sapi dengan sedikit lemak terasa empuk lembut. Demikian juga dengan perkedel yang dimasukkan ke dalam kuahnya. Jadi makin enak karena terendam dalam kuah yang gurih wangi.

Meskipun wong Jowo yang meracik tetapi rasa bumbu soto ini khas Sumatera dengan pemakaian bumbu atau rempah yang royal. Tak heran jika banyak pembeli yang ketagihan. Pasalnya, kuah santannya tidak terlalu kental atau pekat tetapi dengan konsistensi yang sedang gurihnya.

Jika tak suka udang, tersedia soto daging, soto jeroan, dan soto ayam. Bahkan kalau ingin mencicipi sekaligus dua rasa, bisa digabung. Seperti pesanan saya, soto udang campur daging. Meskipun sama-sama gurih tetapi punya karakter yang berbeda.

Harga soto udang di sini memang agak mahal. Jika pesan soto udang berikut nasi atau dicmapur dengan daging atau ayam harganya Rp. 22.000,00. Kalau pesan soto ayam atau soto daging saja Rp. 16.000,00. Nasi dan perkedel dihargai Rp. 2.000,00.

Rupanya harga yang sedikit mahal setara dengan kenikmatannya. Tak heran jika rumah makan yang sempit ini selalu dijejali pengunjung terutama para pegawai di jam makan siang. Mau dimakan buat sarapan atau makan siang, rasanya tetap enak tenan! O,ya kalau jajan soto di tempat ini sempatkan diri untuk menyeberang. Persis di depannya ada rumah Cong A Fie, taipan Medan yang tersohor. Berbagai macam barang peninggalan bisa dilihat berikut suasana rumah tempo doeloe yang terpelihara baik.

Sumber : detikfood

Posted in food | Tagged , , | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment